Sore
ini (28/09/13; pukul 3 sore), saya bersama Melki; seorang rekan kerja, berkesempatan
untuk menyaksikan betapa berharganya seorang perempuan. Banyak hal yang dapat
dilakukan orang untuk menunjukkan “harga” seorang perempuan, salah satunya yang
dikenal seantero daratan Papua adalah Mas
Kawin. Tidak hanya di Papua, di berbagai suku dan bangsa lainnya perkara mas
kawin sudah mendarah daging sejak nenek moyang. Itulah yang kami saksikan soreh
hari ini. Pembayaran mas kawin dari keluarga seorang laki-laki kepada keluarga
seorang perempuan. Pembayaran mas kawin berdasarkan kebiasaan suku Kna di
linggkungan adat Seremuk, kabupaten Sorong Selatan.
Adalah
Kampung Kwowok di daerah distrik Saifi, kampung dimana berlangsungnya
pembayaran mas kawin ini berlangsung. Kerumunan warga di halaman sebuah rumah
panggung yang terbuat dari papan kayu tampak di di ujung kampung. Mereka sedang
menghimpun “harta” sebagai maskawin. Harta tersebut berupa kain. Beberapa jenis kain dilipat rapi kemudian disusun di
depan halaman rumah dan dihitung jumlah dan jenisnya. Jenis kain didominasi oleh
kain tenun yang berasal dari Batak maupun Timor.
